Demi Sesuap Nasi

Pada saat mataku mulai terpejam, aku terjaga mendengar suara (tek…tek…tek…bandrek…bandrek…). Suara itu membuat tidurku terjaga. Ternyata jam segini (sekitar jam 00:30) masih ada orang yang mencoba mencari rezeki. Saya keluar dan melihat seorang bapak setengah baya sedang mengayuh gerobak sepedanya sambil menjajakan jualannya. Bajunya basah keringat, nafasnya juga tidak teratur, mungkin bapak tadi kecapekan mengayuh gerobaknya.
“Bandreknya Pak” kataku
“Berapa Cangkir Mas” tanyanya
“Satu cangkir aja, tambah rotinya 2” jawabku
Aku mencoba memperhatikan jualannya, ternyata masih banyak yang belum laku. Mungkin yang sudah terjual beberapa gelas saja. Hatiku semakin sedih dan bertanya dalam hati “Sampai jam berapa bapak ini jualan? kasihan si bapak”.
Setelah selesai, si Bapak pergi meninggalkanku sambil mengayuh gerobak dan menjajakan jualannya untuk mecari rezeki demi sesuap nasi.
Ya Allah turunkanlah rizkimu kepadanya, dan permudahlah urusannya dari segala permasalahan. Amin

Perihal Riswan Effendy
Sekarang saya sedang menggeluti dunia Teknologi Informasi (IT) dalam bidang Jaringan, Programing dan Scurity. Saya sedang belajar menulis di blog ini dan mudah-mudahan tulisan saya bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: